top of page
Cari

Madu: Mengapa berbeda?

  • umahkele
  • 19 Sep 2020
  • 2 menit membaca


Madu adalah anugrah alam yang sudah dikenal khasiatnya dan digunakan sejak zaman dahulu kala. Menurut Ayurveda


The ancient vedic civilization considered honey one of nature's most remarkable gifts to mankind.

Madu bisa dikonsumsi langsung maupun dicampur dengan makanan lain. Semakin banyak penelitian dilakukan semakin banyak pula pemanfaatan madu dan produk turunan madu. Baik itu komestik maupun makanan.


Nah, kita sering bingung nih, mengapa banyak ragam madu di pasaran yang kita ketemui?

Madu adalah salah satu produk utama selain propolis, bee pollen yang dihasilkan Kele/Trigona/Stingless bee/Kelulut/Klanceng. Madu berupa zat manis yang bersumber dari nektar bunga dari lingkungan tempat hidup lebah.

Madu sejatinya adalah gula alami, karena komposisi madu hampir 95% terdiri dari gula dan air, sedangkan 5% nya berupa vitamin, mineral, enzim, asam amino, dan senyawa organik.

Senyawa organik adalah senyawa kimia yang molekulnya mengandung karbon seperti protein, lemak, dan karbohidrat, merupakan komponen penting dalam biokimia.


Kandungan madu sangat dipengaruhi oleh vegetasi tanaman dan kondisi geografis habitat lebah. Terdapat lebih dari 600 senyawa kimia dalam madu. Unsur senyawa kimia dari setiap nektar tanaman yang berbeda menimbulkan aroma madu yang berbeda pula.


Sementara itu, dari sisi warna, warna madu bervariasi dari terang hingga gelap. Warna madu juga dipengaruhi oleh sumber nektar tanaman, proses pengolahan, suhu, lama penyimpanan, jenis lebah.


Pada umumnya rasa dasar madu adalah manis. Umumnya madu dari jenis lebah apis terasa manis. Ada pula variasi mulai dari rasa asam, pahit, gurih, rasa beberapa jenis bunga, bahkan rasa sedikit tengik. Untuk madu Kele kebanyakan ada rasa asam bercampur dengan rasa lain.

Hal tersebut dapat terjadi karena dipengaruhi oleh vegetasi tanaman dan kondisi geografis habitat lebah.


Untuk kekentalan madu dipengaruhi oleh kadar air nektar tanaman serta jenis lebah. Sebagai contoh madu lebah trigona lebih encer dibandingkan madu lebah apis. Musim juga sangat berpengaruh. Jika Kele mengumpulkan nektar ketita musim hujan kemungkinan madunya lebih encer.


Hal-hal tersebut di ataslah kenapa di pasaran kita menemukan berbagai karakteristik madu.

Semoga tidak kaget ketika menumakan madu yang berbeda dengan yang biasa dikonsumsi.

Sumber:

https://nutrimasehatalami.com/madu-berbeda-rasa-warna-aroma/

https://id.wikipedia.org/wiki/Senyawa_organik


 
 
 

Comments


Post: Blog2_Post
Post: Text
Post: Product Slider
bottom of page