Mengupas Hasil Penelitian NARO [Part-3]
- umahkele
- 11 Sep 2020
- 1 menit membaca
Diperbarui: 29 Nov 2021
NARO adalah singkatan dari The National Agricultural Research Organisation (NARO). Organisasi yang melakukan penelitian dan pengembangan di berbagai bidang mulai dari dasar hingga penerepan untuk pengembangan industri pertanian dan makanan Jepang.
Yuk kita lihat hasil penelitian NARO tentang madu lebah Trigona atau lebah tanpa sengat (Stinglessbee bee) atau di Bali disebut Madu Kele.
Saya bantu rangkum (maaf panjang dikit tapi referensi yang bagus).
- Madu Kele/madu trigona tetap memiliki anti bakteri yang tinggi meskipun diencerkan, pH dinaikkan.

Ini keren!!!
Anti bakteri madu pada umumnya, misalnya jeni Apis disebabkan factor kadar gula tinggi, pH rendah, zat hydrogen peroksida.
Jenis Apis misalnya ada Apis mellifera, Apis dorsata, Apis Cerana.
Apa itu Apis Mellifera ? Banyak di Jawa.
Apis Dorsata, kita kenal dengan Dendeng Ai >> https://id.wikipedia.org/wiki/Apis_dorsata
Apis Cerana, umum di budidayakan di Bali >> https://en.wikipedia.org/wiki/Apis_cerana
Pengujian dengan bakteri staphylococcus aureus. Apa itu staphylococcus aureus, bisa check wikipedia >>
Hasil lengkap penelitian bisa check disini >> https://www.naro.affrc.go.jp/project/results/laboratory/nilgs/2006/nilgs06-16.html?fbclid=IwAR2amIxQvP3MPNP51Qrh-9Lq7kIZPS85mJriKHdaOy2fXLxskNaAIPDDBGI
#umahkele #madu #klanceng #kelulut #kele #madukele #sehat #healthy #supplement #organic #maduasli #madumurni #maduasli #sehattanpaobat
Comments